• 4 April 2020

Horenzo, Bayam Jepang yang Lezat

SHARE SOSMED

Walaupun sering disebut "bayam," sebetulnya horenzo berbeda dengan bayam yang ada pada umumnya.

BOGOR - Bayam merupakan sayuran yang banyak diminati oleh masyarakat. Ini karena rasanya lezat dan nutrisinya yang kaya akan manfaat, serta menjadi sayuran yang diincar oleh para konsumen. Jenis bayam pun bermacam-macam, salah satunya horenzo. Walaupun sering disebut "bayam," sebetulnya horenzo berbeda dengan bayam yang ada pada umumnya. Misalnya, dari segi tekstur dan rasanya pun berbeda, tekstur horenzo juga terasa empuk. Nah, salah satu yang membudidaya horenzo melalui hidroponik yaitu PT BluFarm Indonesia (BluFarm).

“Horenzo yang ditanam di sini memang sebagian bibit dikirim dari Jepang, tapi ada juga bibit dari Indonesia sendiri yang memang bagus kok. Hasilnya juga enggak kalah dari bibit Jepang dan perawatannya memang harus spesial. Enggak terlalu sensitif sih, harus lebih fokus saja sebenarnya. Lebih tekun saja. Karena, misalnya nutrisi kurang sedikit saja dia langsung layu, nutrisi kebanyakan sedikit, dia ke bakar,” kata Direktur BluFarm, Lia Dahlia, saat ditemui tim Jagadtani.id di kawasan Gunung Bundar, Kabupaten Bogor, Rabu (15/01).

“Sebenarnya secara keseluruhan namanya sayur itu memang lebih baik secara hidroponik. Pertama enggak kotor, lebih higienis, dan bisa mengurangi yang namanya penggunaan pestisida,” tambahnya.

Baca juga: Rockwool, Media Tanam yang Hits

Horenzo atau bayam Jepang ini sering disebut sebagai bayam bandung atau poeyling. Daunnya lebat dengan batang kecilnya yang lurus dan memiliki kadar air yang tinggi. Namun, horenzo memiliki persamaan dengan bayam pada umumnya, mudah layu dan rusak jika terkena air. Lia pun menuturkan bagaimana perbedaan merawat horenzo dengan sayur bayam umumnya.

“Cara semai horenzo tuh beda juga. Kalau perawatan bayam kan istilahnya cuma langsung masuk rockwool bisa tumbuh, kalau horenzo, kalau kita mau maksimal harus direndam dulu, baru kemudian dimasukkan ke rockwool,” sebutnya.

Alasan Lia menanam horenzo di lahannya pun dikarenakan saat ini permintaan sayur dengan label organik semakin meningkat. Lia juga mengakui, harga horenzo merupakan harga yang paling tinggi dengan tidak mengurangi para peminatnya. Bahkan setiap masa panen, horenzo selalu habis terjual tanpa tersisa.

“Alasannya karena dilihat dari harga juga kan, harga dia paling tinggi. Per pack bisa Rp25.000, isi dua pot sampai tiga pot,” tutupnya.

Baca juga: Membuat Hidroponik dengan Botol Bekas

Comment

Related News

Jagad Tani App Download

Free Sign & Download, Android App