• 24 January 2022

Modal Kecil Bisa Bangun Bisnis Anggrek

SHARE SOSMED

“Saya berani coba karena melihat bisnis anggrek modalnya tidak terlalu besar, saya juga awalnya tidak langsung mengeluarkan modal yang besar tapi hanya sedikit-sedikit saja lama-lama jadi bukit dan bisa sampai ada kios seperti ini”

Berawal dari coba-coba ternyata bisa membawa untung bagi Pramono, 50 tahun. Sudah hampir 6 tahun Pramono menekuni bisnis tanaman anggrek di kios ‘Anggrek Giri’ miliknya yang berlokasi di jalan Kaliurang Km.15, Legolan, Umbulmartani, Kecamatan Ngemplak, kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kata Pramono, hanya bermodalkan uang Rp 15 ribu, Sahabat Tani bisa membeli bibit anggrek. Pria asli Sleman Barat ini membangun bisnis dari membeli bibit anggrek sedikit demi sedikit.

“Awalnya saya malah kerja mandor bangunan, lalu iseng-iseng aja ikut teman yang punya anggrek, lama kelamaan jadi tertarik dan akhirnya saya coba buka kios sendiri. Sudah 5-6 tahunan,” kata Pramono.

Baca juga: Asal Usul Anggrek di Indonesia

Dibaluti kaos warna hitam dan topi abu-abu, Pramono mengungkap, “Saya berani coba karena melihat bisnis anggrek modalnya tidak terlalu besar, saya juga awalnya tidak langsung mengeluarkan modal yang besar tapi hanya sedikit-sedikit saja lama-lama jadi bukit dan bisa sampai ada kios seperti ini,” ucapnya kepada Jagad Tani.

Sebelum bekerja sebagai petani anggrek, Pramono telah menjalani beragam profesi, dari mulai mandor bangunan hingga bekerja di ekspedisi pengiriman sebagai kurir barang.

Bapak dua anak ini menjual beragam jenis anggrek di kiosnya, mulai dari anggrek bulan, dendrobium, onsibium dan masih banyak lagi.

“Kalau secara umum saya jualnya tanaman anggrek bulan, dendrobium, onsidium. Ketiga jenis itu yang paling banyak saya jual, karena anggrek bulan sama anggrek dendro itu paling banyak disukai sama masyarakat,” katanya.

Baca juga: Fakta dan Mitos Anggrek Kalajengking

Lebih lanjut Pramono mengatakan, ia menjual anggrek dengan beragam harga dari mulai belasan ribu, ratusan ribu hingga jutaan rupiah. “Kisaran harga dendrobium yang belum berbunga dan masih sangat kecil sekali itu dihargai Rp 15 ribu. Tapi ada juga yang khusus dan biasanya dicari kolektor sampai puluhan juta karena langka,” ucap Pramono.

“Seperti anggrek besi asli Papua yang ada di kios saya kan anggrek langka, itu bisa dibanderol Rp 5-7 juta. Harga besar kalau langka, semakin mahal semakin langka. Langka itu dari hutan dan barangnya nggak banyak,” imbuhnya.

Selain itu, menurut Pramono merawat anggrek tidak lah sulit. Katanya, perawatan anggrek itu tidak terlalu ribet, namun Sahabat Tani perlu perhatikan agar tanaman anggrek tidak sampai terlalu kering maupun terlalu basah. “Jangan kena matahari langsung dan jangan kena hujan setiap hari,” tutupnya.

Baca juga: Pesona Vanda Douglas, Ikon Tangsel

Related News