• 28 September 2021

KKP Ajak Milenial Kembangkan MSF

SHARE SOSMED

"Budidaya Vaname Tambak Milenial atau Millenial Shrimp Farm (MSF) merupakan penerapan teknologi tambak bioflok skala intensif. Tambak Milenial tersebut memiliki kapasitas 100-200m³ atau 200 ton yang dilengkapi supply air dan oksigen, serta dalam perawatannya harus dilengkapi dengan peralatan era milenial"

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAP3) Maros, yang merupakan Unit Pelaksana Teknis Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP), menggelar kegiatan Serah Terima Bahan Percontohan Penyuluhan Perikanan 'Budidaya Udang Vaname Tambak Milenial' di Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan.

Serah Terima Percontohan Penyuluhan Perikanan terlaksana dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan di tengah masa pandemi Covid-19.

Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP), Lilly Aprilia Pregiwati secara daring, menuturkan bahwa budidaya udang vaname menggunakan tambak milenial di Kabupaten Kepulauan Selayar di Desa Maharayya, telah ditetapkan sebagai inovasi dan lokasi percontohan melalui Keputusan Kepala BRSDM KP Nomor 103/KEP-BRSDM/2021 tentang Penetapan Jenis Inovasi dan Lokasi Percontohan Penyuluhan KP Tahun 2021.

"Era saat ini, perlu adanya dorongan kepada masyarakat terutama generasi milenial untuk tidak hanya berpikir menjadi pegawai atau karyawan, melainkan menjadi entrepreneur yang menciptakan lapangan kerja di bidang perikanan. Tentunya dengan pendampingan dari penyuluh perikanan, banyak sektor potensial untuk dikembangkan, seperti usaha budidaya, penangkapan, pengolahan hasil perikanan, pemasaran hasil perikanan dan petambak garam," jelas Lilly.

Baca juga: Kembalinya Tren Ikan Hias

Terlaksananya kegiatan ini guna mendukung program terobosan KKP tahun 2021-2024, yaitu pengembangan perikanan budidaya untuk peningkatan ekspor yang didukung riset kelautan dan perikanan, serta pembangunan kampung-kampung budidaya berbasis kearifan lokal. Dalam hal ini, penyuluh perikanan sebagai garda terdepan pemerintah, siap mendukung program tersebut dalam rangka mendorong kelompok pembudidaya lebih sejahtera.

“Adanya kegiatan percontohan Tambak Milenial yang akan dilaksanakan penyuluh perikanan dengan ikut didukung oleh teknologi hasil riset BRPBAP3, diharapkan dapat menjadi role model bagi pembudidaya di wilayah tersebut, khususnya Desa Maharayya dengan keterbatasan lahan tambak masyarakat dapat melakukan budidaya di halaman rumah atau lahan yang belum termanfaatkan," terang Lilly.

Budidaya Vaname Tambak Milenial atau Millenial Shrimp Farm (MSF) merupakan penerapan teknologi tambak bioflok skala intensif. Tambak Milenial tersebut memiliki kapasitas 100-200m³ atau 200 ton yang dilengkapi supply air dan oksigen, serta dalam perawatannya harus dilengkapi dengan peralatan era milenial. Misalnya smart sensor serta pemberian pakan secara otomatis. Tambak milenial nantinya ditargetkan pelaku utamanya adalah para kaum milenial yang siap mengadopsi ilmu di era milenial.

Baca juga: Racun Mematikan Gurita Cincin Biru

Melalui percontohan ini masyarakat yang tidak tinggal di dekat kawasan mangrove sekalipun tetap dapat menerapkannya. Dengan teknologi tambak milenial, kegiatan budidaya udang vaname dapat dikerjakan di berbagai kondisi lahan dan sangat fleksibel untuk berpindah tempat.

Lebih lanjut, Kepala BRPBAP3 Maros, Asda Laining, mengatakan bahwa kegiatan percontohan Budidaya Vaname Tambak Milenial yang akan dilaksanakan Penyuluh Perikanan Selayar didukung oleh teknologi hasil riset BRPBAP3 Maros berupa teknik budidaya dan probiotik Rica (Research Institute for Coastal Aquaculture). Bakteri probiotik terbukti mampu menghambat perkembangbiakan patogen, penetralisir kualitas air, dan sebagai pakan di dalam perairan.

“Dalam kegiatan Serah Terima Percontohan Penyuluhan Perikanan ini, BRPBAP3 Maros memberikan bantuan bahan percontohan, salah satunya adalah dua buah kolam (diameter 15 m) dan IPAL sederhana (diameter 3m), bahan listrik mandiri sebagai penggerak kincir (kincir, dinamo, aerator, dan lainnya) dan bahan bahan aplikasi probiotik Rica,” jelas Asda.

Baca juga: Lele Pyhton, Sang Jawara Banten

Melalui kegiatan ini, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kepulauan Selayar, Makkawaru menyampaikan apresiasinya kepada KKP terkait bantuan percontohan yang diberikan. Selain itu, Makkawaru juga berterima kasih atas kinerja penyuluh perikanan selama ini dalam mengembangkan sektor kelautan dan perikanan di wilayahnya.

Dia menuturkan bahwa budidaya tambak udang di Kabupaten Kepulauan Selayar masih minim dan tengah menjadi fokus pemerintah dalam membangun tambak udang. Dengan adanya kegiatan percontohan ini, diharapkan para nelayan mau beralih pada budidaya dengan teknologi yang baru.

“Memang tumpuan kita secara geografis saat ini adalah perikanan tangkap, namun ke depan kita perlu pelan-pelan beralih kepada budidaya dengan teknologi baru. Karena kalau hanya mengandalkan perikanan tangkap sumber daya laut akan tertekan dan akhirnya hasil tangkapan tidak dapat memenuhi permintaan masyarakat. Jika percontohan ini berhasil panen dan menguntungkan, masyarakat bisa tertarik untuk mengadopsi,” jelasnya.

Baca juga: Budidaya Lele Bule yang Menggiurkan

Related News

Jagad Tani - Petaninya Milenial App Download

Free Sign & Download, Android App