• 20 September 2021

Dampak Perperangan, Satwa Liar Terancam

SHARE SOSMED

"Penjaga dan relawan kami berpencar melakukan pencarian di daerah tersebut selama sekitar dua bulan tetapi tidak menemukan jejak keluarga mereka"

Jakarta - Bertahun-tahun, salah satu permusuhan yang sempat menjadi perhatian publik ialah pembangunan pagar listrik di sepanjang perbatasan negara tetangga bersenjata nuklir India dan Pakistan. Kedua negara itu, tidak memikirkan dampak dari pembangunan tersebut yang sebenarnya tidak hanya berisiko pada manusia, namun satwa liar pun ikut menerimanya.

Salah satu korban terbaru dari konflik puluhan tahun itu, memberikan dampak pada dua anak beruang Asia yatim piatu yang ditemukan di sisi Pakistan dari wilayah Himalaya, disengketakan Kashmir.

Baca juga: Negara Dengan Spesies Hewan Terbanyak

Sharda dan Narda (nama kedua beruang tersebut) ditemukan tahun lalu oleh penduduk desa di ketinggian 14.000 kaki (4.270 m), sendirian dan tidak dapat membuka mata, ungkap Muhammad Ashraf, seorang pejabat departemen satwa liar dan perikanan di Kashmir yang dikelola Pakistan.

"Penjaga dan relawan kami berpencar melakukan pencarian di daerah tersebut selama sekitar dua bulan tetapi tidak menemukan jejak keluarga mereka," ucap Ashraf, seperti melansir Reuters.

Induk beruang diduga telah dibunuh di sisi perbatasan India oleh ranjau darat atau cangkang, katanya, yang kemudian anaknya merangkak menyeberang supaya terlihat oleh penduduk desa.

Baca juga: Momen Langka Gajah Tidur Siang

Kedua anak beruang ini dirawat dan dibesarkan dengan baik. Diberi susu kemasan selama dua bulan, serta buah dan sayuran. Secara bertahap, mereka akan diperkenalkan ke makanan lain termasuk gandum dan jagung. Sekarang mereka terus sibuk memanjat pohon murbei dan kenari di kadang-kadang ke tempat penampungan atap timah yang menampung pembenihan ikan trout pelangi.

Faktanya, Kashmir telah menjadi titik kilat sejak India dan Pakistan memperoleh kemerdekaan dari pemerintahan Inggris pada tahun 1947. Mereka telah berperang dua kali atas wilayah tersebut. Kedua negara itu mengendalikan bagian-bagian Kashmir dan mengklaimnya secara penuh.

Baca juga: Pembangunan Tambang, Korbankan Burung Endemi

Sejak 2004 ada pagar setinggi 12 kaki yang memotong area tersebut untuk menandai perbatasan. India membangun pagar dan mengatakan itu dimaksudkan untuk menjaga militan dari penyeberangan.

Namun, kedua negeri tersebut belum menyadari bahwa dampak perperangan tersebut telah membuat satwa liar hampir mustahil bergerak bebas di habitat aslinya."Anak beruang ini hanyalah salah satu contohnya," kata Sardar Javaid Ayub, kepala departemen satwa liar dan perikanan di sisi Pakistan.

Baca juga: Misteri Kematian Antelop di Kazakhstan

"Mereka dilahirkan melintasi perpecahan. Ketika ibu mereka terbunuh dekat dengan pagar, mereka pun menyeberang melalui beberapa liang atau terkikis bagian tanah (di bawah pagar)."

Ashraf mengenang bahwa beberapa tahun yang lalu staf departemen melihat beruang hitam mati di jurang yang jauh dari pagar.
"Inilah yang akan terjadi dari penyebab banyaknya hewan liar yang sebenarnya jarang kami mengetahuinya," kata Asraf.

Related News

Jagad Tani - Petaninya Milenial App Download

Free Sign & Download, Android App