• 28 September 2021

Fakta Ayam KUB Berdaging Mahal

SHARE SOSMED

 

Masa panen ayam kampung lebih lama dibanding ayam negeri dan tentunya masyarakat Indonesia masih menyukai cita rasa ayam kampung sehingga berapa pun harganya akan dibeli.

BOGOR - Ayam kampung tentu lebih unggul dari ayam negeri.

Mulai dari segi harga, kualitas daging, dan telurnya pun banyak diminati masyarakat Indonesia yang menjadikan kualitas ayam negeri dibawah ayam kampung.

Sapta Pratama (26), peternak ayam kampung unggul Balitnak (KUB) di daerah Desa Padurenan, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat mengatakan, ayam KUB memiliki banyak keunggulan dibanding ayam potong lainnya.

Baca juga: Menghasilkan Untung Dari Ayam Kampung

Keuntungan dari ayam kampung sendiri perawatannya itu tidak terlalu sulit seperti ayam potong lainnya, karena daya tahan tubuh dari ayam tersebut sangat kuat. Kita tinggal memoles saja dengan menambahkan vitamin, kebersihan kandang dijaga, pemanas ayam dijaga pada saat DOC (day old chicken) sampai 10 hari. Lalu pemberian pakan fermentasi, agar semakin bergizi dan tumbuh kembang ayam tersebut semakin baik,” ucapnya saat ditemui tim Jagadtani.id, belum lama ini.

Faktanya, harga jual daging ayam kampung ternyata lebih mahal dibanding ayam negeri.

Tama pun menjelaskan, hal tersebut karena masa panen ayam kampung lebih lama dibanding ayam negeri dan tentunya masyarakat Indonesia masih menyukai cita rasa ayam kampung sehingga berapapun harganya akan dibeli.

Selain daging, telur ayam kampung KUB juga lebih mahal dari telur ayam lainnya.

Dikarenakan penetasannya yang lama, lalu sistem pembuahan juga lama dan disini ayam tersebut sudah suntikan jadi berbeda dengan yang lainnya. Maksimum itu dua bulan sudah bisa dipanen berbeda dengan ayam kampung asli dia bisa tiga bulan atau empat bulan bisa panen. Jadi lebih mahal telurnya,” jelasnya.

Menurutnya, baik ayam kampung pedaging maupun petelur dua-duanya dapat menguntungkan.

Hanya saja, perlu memilih salah satu dan dilihat dari keduanya mana populasi yang lebih banyak, itulah yang menguntungkan.

Sebagai peternak mandiri, hobinya itulah yang membawa Tama menjadi peternak ayam sampai saat ini.

Dari hobi memelihara ayam bangkok, yang kemudian dikawinkan menghasilkan telur bagus dan memiliki anak yang banyak.

Setelah itu, ayam ternakan miliknya pun sering dilihat orang, bahkan untuk patokan harganya sendiri tidak ada yang berani menawar harganya.

Baca juga: Bisnis Manis Ternak Ayam KUB

Sampai akhirnya, ia pun berpikir jika beternak ayam merupakan prospek yang bagus.

Peluang besar tersebut, membuat ia mencoba untuk menjual ayam konsumsi ayam kampung.

Sebab, sebelumnya ia sudah berpengalaman di ayam broiler.

Namun, karena tingkat kesusahannya cukup sulit, serta harganya tidak stabil, ia pun beralih ke ayam KUB.

 

Related News

Jagad Tani - Petaninya Milenial App Download

Free Sign & Download, Android App