• 4 April 2020

Bertanam Di Atap Kantor

uploads/news/2019/10/bertanam-di-atap-kantor-60080f561978647.jpg
SHARE SOSMED

Bercocok tanam tidak harus di tanah, di atap gedung pun bisa.

BOGOR - Lurah Sindangsari, Kecamatan Bogor Timur, Eka Deri sangat bersemangat saat memberikan sosialisasi terhadap warganya untuk becocok tanam. Sebagai contohnya, ia pun memberikan edukasi dengan menanam dengan media hidoponik di atap kantornya.

"Ya, ternyata bertanam itu menyenangkan, akhirnya saya membuat di atas kantor. Tujuannya sebagai inspirasi saja karena suka banyak kegiatan di kelurahan sehingga banyak yang melihat," kata dia.

Sebagai percontohan, lanjut eka, ia membuat dua media tanam dengan mengeluarkan modal sekitar Rp5 juta. Dari dua media tersebut, ia sudah beberapa kali menanam dan memanen hasilnya.

"Ternyata banyak yang terinspirasi, beberapa warga yang telah melihat bahwa cara menanamnya mudah dan hasil tanamanya bagus sekarang mereka membuat media tanam hidroponik di rumahnya," jelas Eka.

Untuk pembuatan media tanam hidroponik ternyata tidak sulit, cukup membuat kolam dan nutrisi dengan bahan antara lain, baja ringan, triplek, terpal, dan pompa air.

"Nanti dibentuk kolam dan pakai penutup di atasnya, lalu tutupnya itu yang digunakan untuk menanam berbagai jenis khususnya tanaman hortikultura seperti pakcoy, kangkung, selederi dan sebagainya," jelas dia.

Cara menanam sayuran hidroponik di kolam nutrisi juga tidak sulit, pertama bibit disemai ketika sudah tumbuh dan keluar tunas seperti tauge, lalu dipindahkan ke tempat lain. "Taruh saja di lubang-lubang yang sudah disediakan," jelasnya.

Untuk menunjang pertumbuhan, menurut eka tidak perlu lagi menggunakan pupuk atau obat-obatan tanaman, cukup menggunakan nutrisi hidroponik. Untuk memberikan nutrisi tinggal dicampur air dengan komposisi, nutrisi 2,6 kilogram berbanding lima liter air.

Diakuinya, sejauh ini ia sudah memanen sebanyak dua kali dan hasilnya dimanfaatkan untuk kegiatan memasak dikelurahan. Bahkan, sebagian sayurnya dibawa oleh para pegawai kelurahan. Untuk masa panen tanaman hidropoponik juga tergolong cepat, seperti kangkung yang cukup menungu sekitar tiga minggu, sedangkan pakcoy harus menunggu sekitar satu bulan naru bisa panen.

Keunggulan lain dari sayuran hidroponik selain lebih higienis, batang sayuranya juga lebih renyah, dan tentunya jauh lebih sehat. Eka mengaku sejauh ini hasil panennya tidak dikomersilkan, karena memang tujuannya untuk memberi inspirasi.

"Ini untuk menginspirasi saja bagi siapapun yang ke kelurahan, supaya menumbuhkan rasa keinginan untuk bercocok tanam dengan cara modern," pungkas Eka.

Comment

Related News

Jagad Tani App Download

Free Sign & Download, Android App