• 30 Maret 2020

Semerbak Kopi Rasa Buah

uploads/news/2019/10/semerbak-kopi-rasa-buah-79771accbd0ddf4.jpg
SHARE SOSMED

Tanpa meninggalkan citarasa kopi asli, biji kopi lalu di fermentasi kan dengan beragam buah segar.

BLITAR - Bagaimana rasa kopi dengan cita rasa buah segar? Ya, kopi tersebut dihasilkan oleh warga Blitar yang memfermentasi biji kopi dengan buah segar. Tepatnya di lereng Gunung Butak Blitar, Aris Setiyono membuat inovasi jenis produk dengan membuat kopi rasa buah untuk mengembangkan usahanya bernama Albilest special from Gunung Butak Blitar.

Seperti dilansir dari Detikcom, Aris berinovasi membuat kopi rasa buah dari hasil belajar dirinya dari seorang kawan di Belanda. Tanpa meninggalkan citarasa kopi asli, biji kopi lalu di fermentasi kan dengan beragam buah segar. Seperti durian, strawberry, jeruk, apel, dan leci. Biji kopi yang bisa difermentasi sendiri berupa kopi blend atau campuran biji kopi jenis Robusta dan Arabika.

“Ilmu fermentasinya saya dapat dari teman di Belanda. Jadi bukan esense buah. Tapi buah segar di jus lalu dicampur dengan biji kopi mentah,” jelas Aris di rumahnya di Desa Resampombo, Kecamatan Doko, Minggu (27/10).

Biji kopi yang tercampur jus buah tadi, lalu dimasukkan ke dalam plastik kedap udara untuk di fermentasi. Setidaknya, butuh waktu empat hingga lima kali percobaan untuk mengetahui keberhasilan biji kopi yang ter-fermentasi.

“Kalau berhasil, semua cairan jus buah akan diserap biji kopi sampai benar-benar kering. Kalau gagal, di biji kopi itu bisa tumbuh kecambah,” ungkap pria berusia 33 tahun itu.

Dalam sekali proses satu jenis fermentasi buah, biasanya Aris dapat memproduksi sebanyak dua kilogram biji kopi mentah. Biji kopi itu kemudian dijemur setelah itu di roasting. Roasting sendiri merupakan proses pemanggangan biji kopi mentah untuk membentuk rasa asli kopi.

Biasanya Aris sering memasarkan kopi rasa buah sesuai pesanan. Ada yang masih berbentuk biji kopi hasil roasting, ada juga yang berupa bubuk kopi atau ground. Satu kemasan kopi rasa buah isi 200 gram bisanya dijual seharga Rp50 ribu.

“Saat ini produksinya hanya berdasar pesanan saja. Sekitar 40 kg per bulan, itu untuk kawasan Jawa Timur dan Kalimantan,” ujarnya.

Salah satu penikmat kopi rasa buah, Abdul Aziz mengaku jika ia menemukan sensasi rasa yang unik dari produk ini. Citarasa kopi kuat yang meelekat, namun memiliki tingkat keasaman yang berbeda. “Asamnya kopi masih kuat, tapi fermentasi rasa buahnya juga kuat. Mantap pokoknya. Cocok kalau diminum hangat sambil diskusi,” pungkasnya.

Comment

Related News

Jagad Tani App Download

Free Sign & Download, Android App