• 28 September 2021

Mewaspadai Kehadiran Semut pada Tanaman

uploads/news/2020/12/mewaspadai-kehadiran-semut-pada-8277961b6eb3e2e.jpg
SHARE SOSMED

Hal itu bisa diperhatikan pada tanaman kita yang diusahakan akan dapat terganggu bila ada semut. Contohnya jika berada di pohon atau tanaman buah, semut akan menyulitkan proses pengambilan buah.”

JAKARTA - Jika Sahabat Tani menanam suatu tanaman, pastinya ada kendala yang tidak diharapkan, seperti kondisi cuaca ekstrim, terserang hama dan penyakit, serta faktor lain yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.

Hama dan penyakit tanaman merupakan semua jenis organisme pengganggu tanaman yang dapat menimbulkan kerusakan fisik dan dianggap merugikan dan tidak diinginkan kehadirannya dalam kegiatan bercocok tanam.

Baca juga: Semut Rangrang Pendulang Uang

Salah satu hama yang tanpa disadari dapat mengganggu perkembangan tanaman yakni salah satunya yaitu, semut.

Walaupun kehadirannya secara kasat mata tidak membahayakan tanaman, semut bisa menjadi hama yang secara tidak langsung mengganggu produktivitas tanaman.

Hal itu bisa diperhatikan pada tanaman kita yang diusahakan akan dapat terganggu bila ada semut. Contohnya jika berada di pohon atau tanaman buah, semut akan menyulitkan proses pengambilan buah,” ujar Dalmadi, peneliti Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) Bogor, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian (Kementan), dalam keterangan resminya.

Menurutnya, semut biasanya tidak menyerang tanaman secara langsung.

Akan tetapi, serangga-serangga kecil yang mengikuti setelahnya-lah yang dapat merusak tanaman, seperti kutu daun atau kutu putih.

Selain itu, semut juga sering membuat sarang di dalam tanaman dan itu sangatlah mengganggu.

Keberadaan semut juga bisa menjadi tanda adanya masalah lain pada tanaman, dan mungkin saja membuatnya menjadi lebih parah jika dibiarkan,” tuturnya.

Lalu bagaimana cara mengusir semut, yang kerap menjadi penyebab kegagalan usaha bercocok tanam, dengan sehat dan ramah lingkungan?

Menggunakan kulit jeruk

Menurut Dalmadi, semut tidak menyukai jeruk.

Pertama-tama, peraslah kulit jeruk ke tanaman hingga sarinya menyembur keluar untuk membantu mengusir semut.

Untuk membuat pengusir semut dengan jeruk yang lebih kuat, rebus sejumlah kulit jeruk dalam air selama 15 menit,” cetusnya.

Setelah itu, haluskan kulit jeruk dan air dalam food processor, lalu tuangkan campuran tersebut ke sekeliling tanaman.

Larutan sabun buatan

Buatlah larutan sabun sendiri dengan 1 sendok teh sabun cuci piring cair dalam 1 liter air hangat.

Menurutnya, sabun yang mengandung minyak peppermint akan sangat efektif.

Setelah selesai, semprotkan pada tanaman.

Baca juga: Mengapa Wereng Coklat Ditakuti Petani?

Menebar rempah-rempah

Rempah-rempah seperti kayu manis, cengkih, bubuk cabai, bubuk kopi, atau daun teh mint kering, yang disebarkan di sekitar pangkal tanaman, menurut Dalmadi juga dapat mengusir semut.

Meletakkan tanaman yang dibenci semut

Menurutnya, Sahabat Tani juga dapat meletakkan beberapa varietas tanaman yang dapat mengusir semut.

Kuncinya adalah aroma. Mereka mengandalkan bau untuk berkomunikasi satu sama lain dan menemukan rute baru ke sumber makanan,” sebutnya.

Sahabat Tani dapat meletakkan beberapa tanaman aromatik yang bisa dipelihara seperti, lavender, mint, dan rosemary.

Related News

Jagad Tani - Petaninya Milenial App Download

Free Sign & Download, Android App