• 28 September 2021

Beternak Kambing PE yang Benar

uploads/news/2020/11/beternak-kambing-pe-yang-517322459b9f6c9.jpeg
SHARE SOSMED

Pencatatan oleh peternak sangat jarang dilakukan, terutama pencatatan yang berkaitan dengan reproduksi dan produksi susu.

JAKARTA - Indonesia mempunyai kambing lokal yaitu kambing kacang.

Kambing jenis ini sedikit memproduksi susu dan lebih diutamakan untuk ternak penghasil daging.

Namun, kambing yang berasal dari Eropa dan India, yang sudah banyak dipelihara di Indonesia, justru mampu memproduksi susu.

Akan tetapi, menurut dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) University dari Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan (IPTP), Fakultas Peternakan (Fapet), Dr. Ir. Afton Atabany M.Si, perkembangan kambing tersebut di Indonesia kurang bagus, karena beriklim tropis dengan suhu lingkungan panas dan lembab.

Baca juga: Kandang Besi Kurangi Bau Kambing

Kambing kacang kawin tatar (upgrade) dengan kambing etawa dari India menjadi kambing peranakan etawa (PE) yang bertujuan untuk menghasilkan susu. Kambing peranakan etawa telah banyak dipelihara oleh peternak, karena kambing jenis ini lebih mudah beradaptasi dan produksi susu yang dihasilkan lebih menguntungkan. Kambing peranakan Etawa tergolong kambing dwiguna karena mampu memproduksi susu dan daging yang baik,” sebut Afton dalam keterangan tertulis IPB University, Selasa (10/11) kemarin.

Budidaya kambing perah sendiri terdiri atas pembibitan, pembiakan, pembesaran, dan penggemukan.

Budidaya ternak kambing perah akan memproduksi susu dan anak.

Ternak untuk memproduksi susu yaitu, ternak betina dan akan memproduksi susu setelah induk ternak beranak.

Produk susu nantinya, akan menjadi pendapatan harian dan anak kambing menjadi pendapatan tahunan.

Pada budidaya kambing perah ternak, yang paling banyak dipelihara yaitu ternak betina.

Untuk itu, menurutnya, dalam beternak kambing perah, sebaiknya memilih program ternak pembibitan.

Karena, selain produksi susunya tinggi, juga akan menghasilkan anak ternak betina dan jantan untuk peningkatan populasi ternak kambing perah berkualitas tinggi.

Pemeliharaan kambing PE juga harus secara intensif, yaitu dengan memelihara ternak di dalam kandang dan rutin memberi pakan.

Peternakan kambing perah secara intensif, berguna untuk meningkatkan produksi, karena ternak lebih mudah dikendalikan secara manajemen.

Selain itu, menurutnya, peternakan kambing PE sebagian besar dilakukan di Pulau Jawa, hanya sebagian kecil dilakukan di luar pulau Jawa.

Salah satu alasan utamanya, yaitu karena potensi pasar yang tinggi, serta kemudahan dalam penjualan susu kambing serta penjualan bakalan kambing.

Beberapa keunggulan berbudidaya kambing perah jika menggunakan kambing peranakan etawa bila dibandingkan dengan ternak kambing perah lainnya adalah kambing peranakan etawa lebih adaptif dengan kondisi iklim di Indonesia yang beriklim tropis,” ujarnya.

Keunggulan lainnya yaitu kambing PE bersifat dwiguna, yaitu mampu memproduksi susu melebihi kebutuhan anaknya dan juga sebagai kambing penghasil daging.

Kambing ini juga mempunyai angka kelahiran yang tinggi dan mampu mempunyai anak kembar.

Menurutnya, terdapat sekitar 10% yang mempunyai anak kembar empat.

Selain itu, produksi susunya secara rata-rata yaitu 0.99 kilogram per ekor per hari dengan masa laktasi 180 hari atau enam bulan. 

Kambing peranakan etawa mampu mempunyai tinggi pundak 70 sentimeter pada betina dan tinggi pundak 90 sentimeter, sehingga terlihat tinggi. Bobot badannya dapat mencapai 70 kilogram pada ternak betina dan dapat mencapai 120 kilogram pada ternak jantan. Berat tersebut tergolong tinggi, sehingga mempunyai harga jual yang tinggi terutama saat hari raya Idul Adha. Pemberian pakannya pun tidak sulit, karena kambing jenis ini mampu mengkonsumsi pakan hijauan dan macam hijauan yang dikonsumsi lebih banyak jenisnya,” tuturnya.

Namun, menurut Afton, ada beberapa kesalahan umum dilakukan oleh peternak kambing PE, antara lain yaitu pemilihan bibit untuk dipelihara tidak dilakukan menggunakan pencatatan tentang silsilah keturunan.

Baca juga: Mengenal Kambing Etawa Senduro

Pemilihan lebih banyak menggunakan ciri-ciri dari postur tubuh luar dan tidak menggunakan pengukuran tubuh.

Pencatatan oleh peternak sangat jarang dilakukan, terutama pencatatan yang berkaitan dengan reproduksi dan produksi susu.

Padahal, pencatatan ini menurutnya sangat berguna, terutama untuk meningkatkan produktivitas ternak, serta untuk memperbaiki manajemen pemeliharaan.

Melihat keunggulan kambing peranakan etawa ini, saya berharap kambing ini bisa menjadi kambing perah lokal asli Indonesia, menjadi galur tersendiri yang ditetapkan oleh pemerintah, dan dapat didaftarkan pada Badan Internasional sebagai kambing perah asli Indonesia dan sebagai hak kekayaan asli Indonesia. Selain itu, diharapkan kambing peranakan etawa dijadikan sebagai sumber bibit ternak kambing perah dan dapat diekspor untuk dikembangkan di negara lain, dengan aturan ekspor yang sudah ditentukan oleh pemerintah,” pungkasnya.

Related News

Jagad Tani - Petaninya Milenial App Download

Free Sign & Download, Android App