• 29 September 2021

Cara Mempercepat Penggunaan Benih Pascapanen

uploads/news/2020/11/cara-mempercepat-penggunaan-benih-4640536eba66226.jpg
SHARE SOSMED

Benih yang lama disimpan memiliki viabilitas rendah, sehingga tidak dapat tumbuh dengan baik. Benih tersebut kita coba rendam dengan air UFB. Hasilnya viabilitas benih yang sudah lama disimpan meningkat sehingga dapat tumbuh dengan cepat dan homogen pertumbuhannya.”

JAKARTA - Biasanya benih tanaman yang baru dipanen, belum bisa secara langsung ditanam di lahan.

Menurut Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Prof. Dr. Aris Purwanto, hal itu dikarenakan benih memiliki waktu tidur atau dorminasi.

Setiap benih tanaman memiliki waktu dormansi berbeda-beda, seperti benih padi yang memiliki waktu tidur antara satu hingga 20 minggu, tergantung jenis varietas.

Baca juga: Mengungkap Rahasia Menggemukkan Ternak

Agar benih bisa segera digunakan kembali, Prof. Aris pun menciptakan teknologi inovasi Ultrafine Bubble (UFB), untuk memperpendek waktu tidur benih.

UFB sendiri merupakan gelembung udara berukuran 100-200 nano meter yang disemprotkan ke dalam air.

Inovasi ini pun yang mengantarkannya mendapat penghargaan Outstanding Professor in Research Innovation pada acara The 2nd Professor Summit, ‘Challanges of Professor in the Era of COVID-19 Pandemic and Beyond’ yang diadakan oleh Dewan Profesor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) pada akhir pekan lalu.

Gelembung UFB tidak akan terlihat jika disemprotkan ke air, namun jika disenter dengan laser pointer maka akan terlihat ada garis yang menandakan adanya gelembung itu. Gelembung kecil ini akan memunculkan reactive oxygen species (ROS). ROS ini akan melemahkan dinding sel benih dan memicu enzim yang berperan dalam pertunasan sehingga dapat mempercepat proses germinasi dan breaking dormancy atau pematahan dormansi,” jelasnya dalam keterangan tertulis IPB University, Senin (9/11) kemarin.

Dirinya sendiri telah menguji kemampuan UFB untuk peningkatan daya pengecambahan tanaman kehutanan.

Salah satu contohnya yaitu, benih jati putih berumur 1-2 tahun yang diberi perlakuan perendaman dengan UFB.

Hasilnya, tanaman itu mampu menghasilkan germinasi lebih cepat dengan daya berkecambah mencapai 80%.

Dosen Departemen Teknik Mesin dan Biosistem ini juga menguji kemampuan breaking dormancy UFB pada tanaman padi.

Benih padi yang berusia tiga hari direndam dengan UFB.

Hasilnya, pada minggu keempat germination rate benih sudah mencapai 80%, sementara benih yang tidak diberi perlakuan UFB masih dalam keadaan dorman sampai minggu kesepuluh.

Selain itu, ia juga menguji viabilitas benih kedelai berumur enam bulan dan benih lama yang berusia 1,5 tahun.

Baca juga: Potensi Ubi Ungu saat Pandemi

Benih yang lama disimpan memiliki viabilitas rendah, sehingga tidak dapat tumbuh dengan baik. Benih tersebut kita coba rendam dengan air UFB. Hasilnya viabilitas benih yang sudah lama disimpan meningkat sehingga dapat tumbuh dengan cepat dan homogen pertumbuhannya,” ungkapnya.

Dengan kehadiran inovasi ini, ia pun berharap dapat membantu petani dalam menyiapkan benih yang setiap saat tersedia untuk kegiatan budidaya tanpa harus menunggu waktu dorman benih berakhir.

Related News

Jagad Tani - Petaninya Milenial App Download

Free Sign & Download, Android App