• 29 September 2021

Ada Raisa di Food Estate

uploads/news/2020/10/ada-raisa-di-food-23241b56af96aec.jpg
SHARE SOSMED

Balitbangtan mengaplikasikan teknologi RAISA di kawasan food estate ini, dapat meningkatkan produkvitas padi menjadi 5-6 ton per hektare.”

JAKARTA - Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian (Kementan), menggunakan teknologi RAISA dalam pengembangan food estate di Provinsi Kalimantan Tengah, tepatnya di Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau, yang mayoritas lahan sawahnya berupa rawa.

Menurut Kepala Balitbangtan, Dr. Fadjry Djufry, di lahan tersebut mengandung unsur mikro seperti kandungan besi (Fe) dan Natrium (Na) sangat tinggi.

Baca juga: Menanti Kalteng menjadi Lumbung Pangan

Sehingga, untuk meningkatkan produksi padi memerlukan teknologi RAISA.

RAISA sendiri merupakan teknologi budidaya padi sawah pasang surut intensif, super dan aktual.

Teknologi itu diklaim dapat meningkatkan hasil dan meningkatkan indeks pertanaman dari satu menjadi 2 atau 3 kali dalam satu tahun di lahan rawa.

Selain itu, menurut Fadjry, kondisi existing sebelumnya di kawasan food estate, masih memiliki produktivitas di bawah nasional, yaitu hanya 2-4 ton per hektare.

Balitbangtan mengaplikasikan teknologi RAISA di kawasan food estate ini, dapat meningkatkan produkvitas padi menjadi 5-6 ton per hektare,” ujar Fadjry dalam keterangan tertulis Balitbangtan belum lama ini.

Fadjry juga menyampaikan, RAISA sebelumnya sudah diuji di lahan pasang surut seperti di Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan.

Sebelum diaplikasikan di kawasan food estate ini, teknologi RAISA berhasil dikembangkan di beberapa sentra padi yang lahannya sama-sama lahan rawa pasang surut, hasilnya dapat meningkatkan produksi 13-20%,” paparnya.

RAISA sendiri merupakan teknologi yang dirancang khusus untuk budi daya padi di lahan rawa dengan mengadopsi beberapa teknologi pengelolaan lahan rawa yang telah dihasilkan oleh Balitbangtan.

Teknologi yang dirilis pada 2018 ini, telah diuji melalui demo farm (demfarm) di beberapa lokasi di Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan dan berhasil meningkatkan produktivitas padi lahan rawa pasang surut.

Baca juga: Mimpi Besar lewat Food Estate

Paket teknologi RAISA meliputi penggunaan varietas unggul baru spesifik lahan rawa, pengelolaan air, pemanfaatan pembenah tanah, pemupukan spesifik berdasarkan Perangkat Uji Tanah Rawa (PUTR), pengendalian hama dan penyakit secara terpadu, serta mekanisasi pertanian.

Selain penggunaan varietas spesifik, kunci keberhasilan lain yang mendukung yaitu pengelolaan lahan, air dan hara yang tepat.

Pemberian kapur pertanian dan pembenah tanah, juga memegang peranan penting karena mampu memberikan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan varietas padi. 

Related News

Jagad Tani - Petaninya Milenial App Download

Free Sign & Download, Android App